(Pengembangan entitas dengan metode proses )
oleh: Bernadin Putri
Pola pembelajaran di Indonesia yang meninggalkan sebuah proses sekarang ini mulai digemari beberapa pelatihan – pelatihan ataupun training – training di perusahaan. Tetapi, tidak banyak manajemen perusahaan yang mengerti pentingnya proses dalam tata kelola usaha mereka.
Menjelaskan dan menggambarkan perilaku individu digerakkan, diarahkan, dipertahankan dan dihentikan sebenarnya tidak sulit[1]. Melalui beberapa tahapan ini, hal itu dapat sedikit demi sedikit dipecahkan yaitu :[2]
Melihat pengalaman ( view experience )
Mungkin ini adalah kegiatan yang membosankan karena kita akan diajak melihat pengalaman – pengalaman positif maupun negatif dalam proses belajar, bekerja, ataupun berorganisasi. Tetapi dari melihat kita dapat mengetahui hal – hal yang dapat membuat sebuah organisasi dan perusahaan berkembang dengan pengalaman yang pernah di alami.
Mengolah pengalaman ( with share experience )
Setelah kita mengetahui beberapa pengalaman itu, alangkah baiknya, kita analisis sebab dan akibat dari kejadian yang pernah dialami dengan memberikan pertanyaan – pertanyaan panduan yang bisa membantu jalannya proses olahan sesuai dengan kondisi organisasi atau perusahaan masing – masing.
Mencari dan membuat solusi ( making solution )
Bertitik tolak dari olahan pengalaman dengan beberapa masalah – masalah yang diketemukan diharapkan sebuah unit / organisasi / individu / perusahaan bisa membuat solusi sesuai dengan budaya organisasi.
Follow up program ( program kelanjutan )
Sesudah menyusun solusi diharapkan bisa mempraktekkan / menerapkan melalui beberapa program supaya dijadwalkan untuk dilaksanakan. Hal itu akhirnya akan berproses terus dengan evaluasi dari program yang sudah terlaksana dan berujung lagi ke program yang baru.
Dengan tidak meninggalkan hasil – hasil program sebelumnya dapat dianalisis juga perbaikan – perbaikan yang diperlukan. Hal ini lebih efektif bila kita bisa menggali dari SDM – SDM yang ada karena individu adalah kunci utama dalam rantai proses suatu organisasi. Setiap tahapan diharapkan dapat terbangun sebuah suasana yang bisa memberikan motivasi dan memberdayakan individu untuk kritis dan kreatif supaya dari masing – masing tahapan ada warna dan dinamika tersendiri.
Gambaran metode proses[3]
Bertolak dari petuah orang bijak yang mengatakan bahwa pengalaman merupakan guru yang baik memang benar adanya. Bila anda pernah mengalami suatu kegagalan tentu alangkah baiknya bila anda mampu mengambil hikmah dari pengalaman buruk tersebut dan menjadikannya sebagai sebuah proses pembelajaran. Konsep experiential learning inilah yang akan dimasukkan ke dalam metode proses. Experiential Learning adalah proses belajar, proses perubahan yang menggunakan pengalaman sebagai media pembelajaran. Belajar dari berbagai masalah yang timbul.
Dalam metode proses ini secara garis besarnya dapat di bedakan menjadi dua yaitu soft skill yang terkait dengan hal seperti budaya perusahaan dan sistem nilai serta sikap,dan hard skill yang mencakup technical competencies. Kalau kita bicara mengenai perilaku – perilaku teknis dapat dilihat secara konkrit. Tetapi bagaimana kalau yang terkait hal – hal soft skill, di sini metode proses yang di dalamnya ada experiential learning inilah cukup berperan.[4]
Ternyata metode proses ini akan masuk dalam pola pengembangan individu dalam entitas bisnis yang dapat di gambarkan sebagai berikut:[5]
Diharapkan masing – masing individu mempunyai konsistensi, kesabaran berproses, dan komitmen untuk membuat arah dan visi entitas yaitu :[1]
dirumuskan secara konkrit
- diolah secara matang
- disusun secara sistematis
- dibangun secara terstruktur
- dikerjakan secara cermat
- dievaluasi dengan jelas dan mendalam demi perbaikan masa depan.
Daftar Referensi
Gibson, James L, Ivanceviech, John M., and Donnely, Jr., James H., ( 2000), ORGANIZATION : Behaviour, Structure, Processes, 10 edith , McGraw- Hill Companies, Inc
Artikel pengembangan dari Majalah Human Capital edisi 38, Mei 2007 hal. 52-53 mengenai Experiential Learning ; Melatih Skill Melalui Pangalaman.
Campus Ministry, 2007, AYO MENDAKI : LDPKM UAJY.
[1] Gibson, James L, Ivanceviech, John M., and Donnely, Jr., James H., ( 2000), ORGANIZATION : Behaviour, Structure, Processes, 10 edith , McGraw- Hill Companies, Inc[2] Refleksi penulis dari pola pelatihan PAM MMM [3] Gambar diadopsi dari pola pelatihan PAM MMM [4] Artikel pengembangan dari Majalah Human Capital edisi 38, Mei 2007 hal. 52-53 mengenai Experiential Learning ; Melatih Skill Melalui Pangalaman. [5] Gambar diadopsi dari buku Ayo Mendaki hal 5 dalam pola LDPKM UAJY 2007.
